Kasih Allah: Fondasi Ketangguhan Hidup
Di tengah dunia yang penuh tekanan, ketangguhan bukanlah sekadar kekuatan diri, melainkan buah dari keyakinan akan kasih Allah. Langkah pertama menjadi tangguh adalah mengingat betapa besar kasih-Nya kepada kita—penawar bagi stres. Yesus sendiri tidak pernah meragukan kasih Bapa; Ia berulang kali bersaksi, “Sebab Bapa mengasihi Aku, karena Aku menyerahkan nyawa-Ku, supaya Aku dapat menerimanya kembali” (Yohanes 10:17). Jika Sang Anak pun berpegang pada kesadaran itu, apalagi kita. Mengingat kasih Allah membuat kita tangguh karena kasih itu tanpa syarat, melimpah, dan tak berkesudahan. Paulus menegaskan dengan penuh keyakinan: “Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, baik kekuatan-kekuatan, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain apa pun, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (R...