Mata Uang Kekal: Mengapa Yesus Memberi Keuntungan Selamanya
Mata Uang Kekal: Mengapa Yesus Memberi Keuntungan Selamanya Kita hidup di zaman yang mengejar keuntungan instan — pengiriman hari itu juga, ketenaran viral, keuntungan kripto dalam semalam. Kita terbiasa mengejar apa yang memberi imbalan sekarang. Tetapi kekristenan tidak beroperasi di pasar saham dunia ini. Ia bertransaksi dalam mata uang kekekalan — sistem nilai yang melampaui kerajaan, tren, bahkan kematian itu sendiri. Yesus tidak bertanya, “Apa kata dunia tentangmu?” Ia bertanya, “Apa gunanya jika engkau memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawamu?” (Matius 16:26, TLB). Ini bukan hiperbola. Ini adalah ekonomi ilahi. Jiwa itu tidak bisa ditawar, tidak bisa diganti, dan bernilai tak terhingga — karena ia ditebus oleh darah Kristus dan ditakdirkan untuk kekekalan. Paulus memahami hal ini. Sebelum mengenal Kristus, ia memiliki segalanya: garis keturunan, kekuasaan, prestise. Tetapi setelah bertemu Yesus di jalan menuju Damsyik, ia menyebut semuanya “sampah” dibandingkan mengen...