Perceraian dalam Keluarga Kristen: Luka Teologis, Pastoral, dan Generasional
Perceraian di kalangan keluarga Kristen—terutama di lingkungan hamba Tuhan—bukan hanya krisis pribadi, tetapi luka yang menyebar ke ranah teologis, pastoral, dan generasional. Secara teologis, gereja sering terjebak dalam ketidakpastian doktrinal. Alkitab memang menegaskan pernikahan sebagai ikatan sakral yang “tidak boleh dipisahkan manusia” (Markus 10:9), namun penafsiran tentang pengecualian (misalnya “karena zina” dalam Matius 19:9) dan status pernikahan ulang masih diperdebatkan. Akibatnya, jemaat kehilangan kompas moral yang jelas. Sementara itu, hamba Tuhan yang bercerai kerap dihukum tanpa proses pemulihan—suatu sikap yang ironisnya bertentangan dengan inti Injil: anugerah dan pengampunan. Dari sisi pastoral, respons gereja justru sering memperparah luka. Banyak jemaat yang bercerai merasa dihakimi, diasingkan, bahkan diminta diam demi menjaga “citra suci” komunitas. Studi menunjukkan bahwa mereka—termasuk mantan pemimpin rohani—sering akhirnya meninggalkan j...