Mengenang Pertolongan Ilahi dalam Perjalanan Iman
“Sampai di Sini TUHAN Menolong Kita”: Mengenang Pertolongan Ilahi dalam Perjalanan Iman Kisah dalam 1 Samuel 7:1–17 bukan sekadar catatan sejarah kuno, melainkan undangan abadi bagi umat percaya untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan mengenang titik-titik di mana Allah nyata menyertai. Di tengah pergumulan, kegagalan, dan penindasan selama dua puluh tahun, bangsa Israel akhirnya kembali kepada TUHAN dengan pertobatan yang tulus. Mereka melepaskan Baal dan Asytoret—simbol penyembahan berhala yang selama ini menjauhkan mereka dari kasih setia Allah. Di bawah kepemimpinan rohani Samuel, umat berkumpul di Mizpa, menangisi dosa mereka, berpuasa, dan mencurahkan air sebagai lambang penyesalan yang mendalam. Respons mereka adalah model pertobatan komunal yang autentik: bukan hanya penyesalan lisan, tetapi tindakan nyata menjauh dari dosa dan kembali kepada penyembahan sejati. Allah tidak tinggal diam. Ketika orang Filistin datang menyerang, justru pada saat korban bakaran dipersemba...