Mengenal Yang Asing: Membaca Ulang Kisah Emaus Melalui Lensa Budaya
Injil Lukas 24:13-35 Pernahkah kita merasa seperti dua murid dalam perjalanan ke Emaus: berjalan dalam kekecewaan, membawa narasi yang "gagal", sambil bertanya-tanya di mana Tuhan berada di tengah reruntuhan harapan kita? Dalam bahasa cultural studies , mereka sedang mengalami crisis of representation —ketika cerita besar yang mereka percayai tentang "Mesias pembebas politik" tidak lagi cocok dengan realitas sejarah yang mereka alami: salib, kematian, dan keheningan kubur. Yesus mendekati mereka sebagai "orang asing". Menariknya, teks mencatat "ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia" (ay. 16). Dalam perspektif kajian budaya, ini bukan sekadar keajaiban supranatural, melainkan metafora tentang epistemic blindness —bagaimana kerangka pikir, ekspektasi kultural, dan trauma kolektif dapat "menghalangi" kita untuk mengenali kehadiran Ilahi yang justru hadir dalam bentuk yang tidak kita ha...