Marwah Gereja dalam Perspektif Perjanjian Baru
Marwah Gereja, menurut Alkitab—khususnya Perjanjian Baru—bukanlah soal gedung megah, jumlah jemaat yang banyak, atau pengaruh di media sosial. Marwah Gereja adalah identitas ilahi yang diberikan oleh Allah sendiri. Kata “gereja” dalam bahasa aslinya (ekklÄ“sia) berarti “komunitas yang dipanggil keluar”—bukan untuk mengasingkan diri, melainkan untuk menjadi utusan kasih Allah di tengah dunia. Bayangkan seperti tim yang dipilih Sang Raja untuk misi khusus: bukan karena hebat, tapi karena dipercaya. Identitas ini ditegaskan ketika jemaat Korintus disebut “orang-orang kudus” (hagioi) , bukan karena mereka sempurna, tetapi karena mereka telah dikuduskan “dalam Kristus Yesus” (1 Korintus 1:2). Kesucian ini adalah anugerah sekaligus panggilan: hidup selaras dengan kasih Kristus—misalnya, menyelesaikan perselisihan dengan damai di antara sesama jemaat, bukan membawa perkara ke pengadilan duniawi (1 Korintus 6:1–6). Di tengah budaya yang sering mengukur harga diri dari kekaya...