Menapak Jejak Salib: Dekat oleh Darah Yesus, Setia dalam Langkah
Shalom, saudara terkasih. Hari ini, di
Minggu Prapaskah ke-5, kita berdiri di ambang Pekan Suci. Tema "Closer to
the Cross" bukan sekadar lirik lagu, melainkan panggilan mendesak bagi
kita yang berjalan menuju Yerusalem baru. Apa artinya makin dekat dengan salib
di tengah dunia yang sibuk?
Berawal dari posisi kita di hadapan
Allah. Kita dekat semata-mata karena darah-Nya. Efesus 2:13
mengingatkan, "Kamu yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah
Kristus." Secara teologis, ini adalah dasar keselamatan kita. Dosa memang
memisahkan, namun inisiatif pendamaian datang dari Tuhan. Salib Kristus adalah
jembatan yang menghapus jarak itu. Jangan menjauh saat merasa tidak layak;
justru saat itulah kita harus berlari ke arah salib. Keselamatan adalah karya
selesai-Nya, bukan hasil usaha kita.
Karena sudah diselamatkan, kita diundang
untuk bersekutu dengan-Nya. Filipi 3:10 mengajak kita "mengenal Dia
dan persekutuan dalam penderitaan-Nya." Ini adalah pengalaman intim, bukan
sekadar teori. Menjadi dekat dengan salib berarti hati kita turut tersentuh
oleh apa yang menyentuh hati Tuhan. Kita harus jujur; memikul salib itu tidak
mudah dan terasa berat. Namun, saat ujian datang, ingatlah bahwa Tuhan tidak
meminta kita menderita sendirian. Ia ada di sana, memahami kelemahan kita, dan
mengubah penderitaan sementara menjadi kemuliaan kekal.
Pada akhirnya, kedekatan ini nyata dalam ketaatan
harian. Lukas 9:23 berkata, "Memikul salibnya setiap hari." Salib
bukan perhiasan, melainkan kematian bagi ego. Memikul salib berarti memilih
kehendak Tuhan di atas kenyamanan daging. Mungkin salib Anda minggu ini adalah
kesabaran menghadapi keluarga, kejujuran di tempat kerja meski rugi, atau
pengampunan pada musuh. Ini adalah keputusan yang harus diambil setiap pagi.
Saudara, Tuhan tidak memanggil kita untuk
menonton salib dari jauh. Ia mengajak kita memikul bersama-Nya. Namun ingat,
perjalanan ini tidak berakhir di Golgota; di ujung jalan salib ada kubur kosong
dan kebangkitan. Mari periksa hati: Apa yang harus Anda "salibkan"
hari ini? Jadikan salib kompas hidup Anda. Langkah kita makin dekat kepada-Nya,
menantikan sukacita pagi Paskah. Amin.
--***--