Siapkan Benih untuk Musim Depan
Jangan Hanya Rayakan Panen—Siapkan Benih untuk Musim Depan
Ayat Pokok:
> "Ada waktu untuk menabur, ada waktu untuk menuai." (Pengkhotbah 3:2a)
> "Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga; orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga." (2 Korintus 9:6)
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Kita memasuki bulan November—musim syukur atas panen berkat Tuhan sepanjang tahun ini. Kita bersyukur untuk kesembuhan, pemeliharaan, terobosan, dan kehadiran-Nya yang nyata. Namun, firman Tuhan mengingatkan: setiap panen adalah akhir dari satu musim dan awal dari musim baru. Jangan hanya berhenti merayakan—mulailah menabur!
Allah sungguh baik. Mazmur 65:11 berkata, "Engkau memahkotai tahun ini dengan kebaikan-Mu." Tapi syukur yang sejati bukan hanya mengingat apa yang Tuhan lakukan kemarin, melainkan menyiapkan hati untuk apa yang Ia akan lakukan besok.
Sebelum menabur benih baru, mari evaluasi rohani kita. Galatia 6:7 mengingatkan: "Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." Apakah kita menabur dalam Roh—dengan kasih, doa, dan pelayanan? Atau justru dalam daging—dengan keluhan, iri, dan kemalasan rohani? Jangan takut jujur di hadapan Tuhan. Pertobatan bukan kegagalan, tapi pintu pembaruan. 1 Yohanes 1:9 menjanjikan pengampunan dan penyucian bagi yang mengaku dosa.
Sekarang, mari siapkan benih untuk musim depan. Yesaya 43:19 berkata, "Aku hendak membuat sesuatu yang baru... Tidakkah kamu mengetahuinya?" Allah sedang membuka sesuatu baru—tapi Ia sering menunggu kita menabur dulu. Taburkanlah:
- Benih iman: percaya meski jalan belum terlihat.
- Benih kasih: mengampuni, melayani, mengasihi tanpa syarat.
- Benih waktu dan doa: konsisten bersekutu dengan Tuhan.
- Benih kesetiaan: taat dalam hal kecil.
Lukas 6:38 menegaskan: "Berilah, maka akan diberikan kepadamu." Musim depan tidak datang tiba-tiba—ia lahir dari benih yang kita tabur hari ini.
Jangan biarkan November berlalu hanya dengan daftar berkat. Jadilah penabur, bukan sekadar pemanen. Jika panenmu sedikit, jangan putus asa—mulai menabur! Jika panenmu melimpah, jangan sombong—gunakan itu untuk menabur lebih banyak bagi Kerajaan Allah.
Ingat: "Orang yang menabur dalam air mata, akan menuai dengan sorak-sorai." (Mazmur 126:5). Musim depan bisa jadi musim terbesar dalam hidup rohanimu—jika kau berani menabur hari ini.
Penutup:
"Allah sanggup melimpahkan rahmat-Nya kepadamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan... dan mempunyai kelebihan untuk pelbagai pekerjaan baik." (2 Korintus 9:8)