Kedewasaan dalam Pemikiran
Pembukaan
Saudara-saudara yang terkasih dalam
Kristus, pada kesempatan ini, marilah kita merenungkan firman Tuhan yang
terdapat dalam 1 Korintus 14:20, yang berbunyi: "Saudara-saudara,
janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam
kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!"
Konteks dan Makna
Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat
di Korintus, menekankan pentingnya kedewasaan rohani. Dia membandingkan
kedewasaan ini dengan perilaku anak-anak dan orang dewasa. Namun, apa yang
sebenarnya dimaksud dengan menjadi 'anak-anak dalam kejahatan' dan 'orang
dewasa dalam pemikiran'?
Anak-anak dalam Kejahatan
Menjadi 'anak-anak dalam kejahatan' berarti
memiliki ketidaktahuan dan kepolosan seperti anak kecil terhadap kejahatan.
Dalam konteks ini, Paulus mengajak kita untuk tidak terlibat atau bahkan tidak
mengetahui berbagai praktik kejahatan yang ada di dunia. Ini bukan ajakan untuk
ketidaktahuan yang naif, tetapi suatu sikap hati yang murni dan tidak tercemar
oleh kejahatan.
Orang Dewasa dalam Pemikiran
Sebaliknya, menjadi 'orang dewasa dalam
pemikiran' adalah ajakan untuk memiliki kedewasaan dalam memahami dan
mengaplikasikan kebenaran firman Tuhan. Kedewasaan ini mencakup kemampuan untuk
membedakan baik dan buruk, benar dan salah, serta memiliki hikmat dalam
mengambil keputusan. Ini adalah proses pertumbuhan rohani, di mana kita semakin
hari semakin mirip dengan Kristus dalam pemikiran dan tindakan kita.
Aplikasi
1. Pertumbuhan Rohani: Seperti seorang anak
yang tumbuh dan berkembang, kita juga dipanggil untuk terus bertumbuh dalam
iman kita. Pertumbuhan ini melibatkan pembelajaran, pemahaman, dan penerapan
firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Ketahanan terhadap Kejahatan: Hidup
dalam dunia yang penuh dengan godaan membutuhkan ketahanan rohani. Kita harus
berusaha untuk menjaga diri kita dari pengaruh buruk dan godaan, memelihara
kepolosan rohani kita.
3. Hikmat dan Pengertian: Dalam menghadapi
situasi kehidupan, kita diharapkan untuk menerapkan hikmat dan pengertian yang
berasal dari Tuhan. Ini berarti berpikir dan bertindak sesuai dengan
prinsip-prinsip Alkitab.
Penutup
Mari kita renungkan firman ini dalam
kehidupan kita. Semoga kita dapat menjadi 'anak-anak dalam kejahatan', tetapi
'orang dewasa dalam pemikiran', terus bertumbuh dalam iman dan hikmat, menjadi
terang dan garam di dunia ini. Amin.