Rancangan Tuhan Indah pada Waktunya
Firman Allah dalam Kitab Pengkotbah berkata: "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."(Pengkhotbah 3:11 TB)
Pengetahuan manusia terbatas, hanya Tuhan yang mengetahui segala sesuatu. Oleh sebab itu kita harus menyadari keterbatasan kita, dan meyakini bahwa Tuhan mempunyai berbagai macam metode dalam mengatur dan membuat segala sesuatu indah pada masanya.
Tidak ada yang menduga akan terjadi pandemi Covid-19. Seluruh dunia mengalami akibatnya. Bahkan diperkirakan akan ada pandemi yang lebih berat dimasa yang akan datang. Itu sebabnya pemerintah berupaya mempersiapkan lahan pertanian untuk mengantisipasi krisis pangan.
Firman Tuhan di dalam Kitab Yesaya berkata, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan."(Yesaya 55:8 TB)
Manusia bisa menyusun berbagai rencana, akan tetapi jangan lupa, Tuhan saja yang mengatur dan sanggup menentukan hasil akhirnya. Mungkin kita bisa saja kecewa dan bersungut-sungut ketika rencana kita gagal.
"Saya pernah bercita-cita melanjutkan studi untuk menjadi pendeta. Akan tetapi ketika ikut tes untuk mendapatkan beasiswa, saya tidak lulus. Tuhan izinkan saya masuk ke sekolah pariwisata. Saya memulai pekerjaan mulai dari bagian kebersihan. Melalui hal itu saya menyadari bahwa Tuhan tidak menghendaki saya menjadi pendeta. Sebab bisa jadi saya tidak akan berhasil. Tuhan mengetahui yang terbaik buat saya."
Mungkin Saudara tidak pernah tahu, mengapa Saudara bisa bekerja di lembaga ini, sebagai dosen, sebagai staf. Namun dalam keadaan seperti saat ini, seperti kita tahu mereka yang bekerja di tempat lain mengalami persoalan yang lebih berat. Banyak yang dirumahkan, tanpa penghasilan. Makan saja sudah susah. Namun kita patut memuji Tuhan, karena kita tetap dipelihara dan diberkati Tuhan. Kita bersyukur kepada Tuhan, kita bekerja di lembaga ini karena anugerah Tuhan.
Oleh karena itu kita harusnya semakin yakin bahwa lembaga ini boleh eksis dan terus maju karena lembaga ini adalah milik Tuhan. Tuhan yang merancang keberadaan lembaga ini. Tuhan pula yang memberkati dan memelihara kita dimasa pandemi seperti saat ini.
Kita juga tahu bahwa saat pandemi ini banyak orang yang berpaling dan bertobat kepada Tuhan, mereka berdoa memohon agar pandemi ini segera berlalu. Itu pula sebabnya kita harus terus bersyukur, bertekun beribadah mengawali setiap tugas dan pelayanan kita. Kita harus berdoa memohon hikmat Tuhan, apa yang akan kita lakukan ke depan.
Pernah ada dua orang yang gagal naik bemo hendak berjualan tahu ke pasar. Mereka sudah berdoa agar Tuhan menolong supaya bisa berangkat ke pasar. Akan tetapi, suatu hari mereka kecewa karena tahu yang hendak dijual tumpah, mereka gagal dan tidak ikut naik bemo ke pasar. Sudah berdoa tetapi kok bisa gagal?
Namun, keesokan harinya kedua orang tersebut bersyukur kepada Tuhan karena mereka mendengar kabar bahwa bemo yang hendak mereka tumpangi tersebut mengalami kecelakaan, masuk jurang. Semua penumpangnya meninggal. Berdasarkan hal itu mereka sadar bahwa Tuhan telah melindungi, mencegah mereka dari kecelakaan. Tuhan telah menyelamatkan mereka.
Oleh karena mereka selalu berdoa, maka Tuhan meluputkan mereka dari kecelakaan. Rencana mereka berjualan telah gagal saat itu, rancangan mereka berbeda dengan rancangan Tuhan. Rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Tuhan lebih mengetahui yang terbaik bagi orang-orang yang berserah kepada-Nya. Tuhan menjadikan indah pada saat yang tepat.
Dalam segala hal, kita harus senantiasa berserah kepada Tuhan. Kita yakin bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita. Meskipun saat ini kita sedang berada dalam persaingan yang ketat. Banyak orang yang tidak mampu menyekolahkan anak.
Namun kita harus tetap yakin dan terus berdoa membiarkan rencana Tuhan yang terjadi. Meski saat ini mungkin apa yang kita ingini belum terkabul. Inilah saatnya untuk kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Kita harus bertanya kepada-Nya, apa yang harus kita lakukan ke depan. Kita harus melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Sumber:
Dr. I Ketut Putra Suarthana, MM.
Universitas Triatma Mulya.
Senin, 13 Juli 2020.